Posts filed under '1'
need tarbiyah dzatiyah bcoz loneliness sometimes can makes u lost..

yaa..
perkara ni merupakan suatu hal yg sgt penting..
lebih2 kepda diri yg sering kebosanan,kesepian dan jauh dari teman…
mmg benar..apabila..
ada yg cakap “loneliness can makes u lost” atau “loneliness can kill”..
apa taknye..
bila sendirian, mula lah arah tuju tak tentu hala..
camne nak tangani??
bnyk caraya..
dan cara yg paling berkesan adalah..
TARBIYAH DZATIYAH..
apa itu tarbiyah dzatiyah??
Tarbiyah dzatiyah adalah sejumlah sarana tarbiyah (pembinaan), yang diberikan orang Muslim, atau Muslimah, kepada dirinya, untuk membentuk kepribadian islami yang sempurna di seluruh sisinya; ilmiah, iman, akhlak, sosial, dan lain sebagainya, dan naik tinggi ke tingkatan kesempurnaan sebagai manusia. Atau dengan kata lain, tarbiyah dzatiyah adalah tarbiyah seseorang terhadap diri sendiri dengan
dirinya sendiri.
Dengan definisi seperti itu, tarbiyah dzatiyah setara dengan tarbiyah
jama’iyah (kolektif) atau forum-forum umum yang dikerjakan seseorang, atau ia bersama orang lain, atau ia ter-tarbiyah (terbina) di dalamnya bersama mereka.
apa pentingnya tarbiyah dzatiyah ni??
1.Menjaga diri mesti didahulukan daripada menjaga orang lain
Tarbiyah seorang muslim terhadap dirinya tidak lain adalah upaya melindunginya dari siksa Allah ta’ala dan neraka-Nya.
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim : 6)
2.Jika anda tidak men-tarbiyah (membina) diri anda, maka siapa yang men-tarbiyah anda?
Siapa yang men-tarbiyah seseorang saat ia berusia lima belas tahun, atau dua puluh tahun, atau tiga puluh tahun, atau lebih?
Jika ia tidak men-tarbiyah diri sendiri, ia kehilangan waktu-waktu ketaatan dan moment-moment kebaikan.
3.Hisab kelak bersifat individual
Hisab pada hari kiamat oleh Allah ta’ala kepada hamba-hambaNya bersifat individual, bukan bersifat kolektif.
“Dan setiap mereka datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri” (QS.Maryam : 95)
4.Tarbiyah dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan
Setiap orang pasti punya aib, atau kekurangan, atau melakukan kelalaian dan maksiat, baik maksiat kecil atau dosa. Jika masalahnya seperti itu, ia perlu memperbaiki seluruh sisi negatif pada dirinya sejak awal, sebelum sisi negatif tersebut ‘membengkak’.
Dan seseorang tidak dapat meluruskan kesalahan-kesalahannya, atau
memperbaiki aib-aibnya, dengan sempurna dan permanen, jika ia tidak melakukan upaya perbaikan ini, dengan tarbiyah dzatiyah, karena ia lebih tahu diri sendiri dan rahasianya.
5.Tarbiyah dzatiyah adalah sarana tsabat (tegar) dan istiqamah
boleh membuatkan diri kita yakin dengan diri dan lebih penghayatan dlm diri krn wujud dr niat yg benar2 tulus dan ikhlas.
6.Sarana dakwah yang paling kuat
Cara yang paling efektif untuk mendakwahi orang lain dan mendapatkan respon mereka ialah dengan menjadi qudwah (panutan) yang baik dan teladan istimewa, di aspek iman, ilmu, dan akhlaknya.
Qudwah tinggi dan pengaruh kuat tersebut tidak dapat dibentuk oleh sekian khutbah dan ceramah saja. Namun, dibentuk oleh tarbiyah dzatiyah yang benar.
7.Cara yang benar dalam memperbaiki realiti yang ada
Bagaimana cara memperbaiki realiti pahit yang dialami umat kita sekarang? Dengan ringkas, langkah tersebut dimulai dengan tarbiyah dzatiyah, yang dilakukan setiap orang dengan dirinya, dengan
maksimal, syumul (universal), dan seimbang. Sebab, jika setiap individu baik, baik pula keluarga, lalu masyarakat menjadi baik. Begitulah, akhirnya pada akhirnya realitas umat menjadi baik secara total, sedikit demi sedikit.
8.Karena keistimewaan tarbiyah dzatiyah itu tersendiri.
Urgensi tarbiyah dzatiyah lainnya ialah mudah diaplikasikan, sarana-sarananya banyak, dan ada terus pada orang muslim di setiap waktu, kondisi, dan tempat.
so,bagaimana cara tarbiyah dzatiyah ni?
1.Muhasabah
Melakukan muhasabah (evaluasi) terhadap dirinya atas kebaikan dan keburukan yang telah ia kerjakan, meneliti kebaikan dan keburukan yang ia miliki, agar ia tidak terperanjat dengan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya pada hari kiamat.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr : 18)
Dari Nabi Muhammad s.a.w bersabda :
“Orang cerdas (berakal) ialah orang yang menghisab dirinya dan berbuat untuk setelah kematian. Dan, orang yang lemah ialah orang yang mengikutkan dirinya kepada hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.” (At-Tirmidzi)
Panduan muhasabah :
Urgensi muhasabah secara rutin
Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata menjelaskan salah satu cara muhasabah,
“Hal yang paling bermanfaat bagi orang ialah ia duduk sesaat ketika hendak tidur. Ia lakukan muhasabah terhadap dirinya pada saat tersebut atas kerugian dan keuntungannya pada hari itu. Lalu, ia memperbaharui taubatnya dengan nasuhah kepada Allah, lantas tidur dalam keadaan bertaubat dan bertekad tidak mengerjakan dosa yang sama jika ia telah bangun. Itu ia kerjakan setiap malam. Jika ia meninggal pada malam tersebut, ia meninggal dalam keadaan taubat. Jika ia bangun, ia bangun dalam keadaan siap beramal, senang ajalnya ditunda, dan siap mengerjakan perbuatan-perbuatan yang belum ia kerjakan.”
Skala keutamaan yang penting
- Memuhasabahi kesehatan akidahnya, kebersihan tauhidnya dari syirik kecil dan tersembunyi.
- Memuhasabahi pelaksanaan kewajiban-kewajiban, solat lima waktu, berbakti kepada orang tua, menyambung hubungan kekerabatan, amar ma’ruf nahi munkar.
- Memuhasabahi sejauh mana dirinya menjauhi hal-hal yang haram dan kemungkaran-kemungkaran.
- Memuhasabahi sejauh mana melakukan ibadah-ibadah sunnah dan ketaatan lainnya
Jenis-jenis muhasabah
1. Muhasabah diri sebelum berbuat
2. Muhasabah diri setelah berbuat
- Muhasabah diri atas ketaatan kepada Allah yang telah ia lalaikan
- Muhasabah diri atas perbuatan yang lebih baik tidak ia kerjakan daripada ia kerjakan
- Muhasabah atas hal-hal mubah dan wajar
- Muhasabah atas waktu.
- Muhasabah diri tentang penggunaan waktunya, yang merupakan usia dan modalnya. Apa ia telah gunakan waktunya dalam kebaikan, amal shalih, dan hal-hal bermanfaat bagi orang lain? Atau sebaliknya?
Ingat hisab besar. Allah akan menghisab hamba-hambaNya pada hari kiamat, dengan hisab yang cermat, dan bertanya pada mereka tentang apa saja yang telah mereka kerjakan, perbuatan baik atau perbuatan buruk.
2. Taubat dari segala dosa
Panduan :
Hakikat dosa.
Dosa pada hakikatnya adalah tidak mengerjakan kewajiban-kewajiban syar’i, atau melalaikannya, dalam bentuk tidak mengerjakannya dengan semestinya.
Taubat nasuhah (hakiki) ialah taubat jujur dan serius, yang menghapus kesalahan-kesalahan sebelumnya dan melindungi pelakunya dari dosa-dosa sebelumnya.
Semua dosa itu kesalahan
3. Mencari ilmu dan memperluas wawasan
Caranya sangat banyakantara lain menghadiri pertemuan-pertemuan yang mengkaji ilmu ilmiah dan tarbiyah, membaca buku, mengunjungi ulama, pemikir, peneliti, mendengar kaset ilmiah dan ceramah, dan lain sebagainya.
Yang perlu diperhatikan dalam mencari ilmu antara lain, ikhlas dalam mencari ilmu, rajin dan meningkatkan pengetahuan, menerapkan ilmu yang didapatkan, dan tunaikan hak ilmu dengan berdakwah kepada orang lain.
4. Mengerjakan amalan-amalan menambakan iman
Antara lain :
- Mengerjakan ibadah-ibadah wajib seoptimal mungkin
- Meningkatkan kuantiti ibadah-ibadah sunat
- Peduli dengan ibadah dzikir seperti membaca al-qu’ran dan berdzikir
Hal-hal penting antara lain :
- Urgensi solat lima waktu, muslim hendaknya tetap konsisten mengerjakan solat lima waktu dan serius menunaikannya secara berjama’ah di masjid, sesuai dengan rukun-rukun, kewajiban, dan sunnahnya pada waktunya sembari menjauhi kesalahan yang biasa dilakukan.
Antara ibadah dan adat istiadat, menjadikan ibadah tidak sekedar rutin fisik tanpa ruh, hendaknya dilaksanakan dengan sepenuh hati dan jiwa kita.
- Ilmu pengetahuan tidak cukup, jika tidak ditunaikan dalam amal perbuatan
- Memanfaatkan sebaik mungkin saat-saat rajin
- Memanfaatkan sebaik mungkin waktu-waktu dan tempat-tempat mulia
Urgensi tawazun (seimbang)
–> melakukan ibadah dengan seimbang, tidak menelantarkan ibadah yang satu hanya karena melakukan ibadah yang lain
5. Memperhatikan aspek akhlak (moral)
Tarbiyah dzatiyah dalam aspek moral antara lain :-
- Sabar
- Membersihkan hati dari akhlak tercela
- Meningkatkan kualiti akhlak
- Bergaul dengan orang-orang yang berakhlak mulia
- Memperhatikan etika-etika umum
6.Terlibat dalam aktiviti dakwah
- Merasakan kewajiban dakwah
“Katakan, ‘Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak
kepada Allah dengan hujjah yang nyata’.” (QS. Yusuf : 108)
- Menggunakan setiap kesempatan untuk berdakwah
- Terus-menerus dan tidak berhenti di tengah jalan
- Pintu-pintu dakwah itu banyak, cara berdakwah itu tidak hanya berceramah saja, melainkan senyum, perkataan yang baik, dan lain sebagainya itu juga merupakan bahagian dakwah
- Kerjasama dengan pihak lain atau dengan kata lain beramal jama’i
7. Mujahadah (jihad/bersungguh-sungguh)
Sabar adalah bekal mujahadah
Sumber keinginan, mujahadah dan keinginan datang dari jiwa, ketekunan, dan membayar harganya sesuai dengan semestinya
Bertahap dalam melakukan mujahadah
Jadilah anda orang yang tidak lalai
Siapa yang mengambil manfaat dari mujahadah? anda adalah pihak pertama dan terakhir yang mengambil manfaat jika bermujahadah
8. Berdoa dengan jujur kepada Allah
Doa adalah permintaan seorang hamba kepada Allah, pengakuan ketidakberdayaan dan kemiskinan dirinya, pernyataan tidak punya daya dan kekuatan, serta penegasan tentang daya, kekuatan, kudrat, dan nikmat Allah
Rasulullah saw bersabda : “Iman pasti lusuh di hati salah seorang dari kalian, sebagaimana pakaian itu lusuh. Karena itu, mintalah Allah memperbaharui iman di hati kalian.” (diriwayatkan Ath-Thabrani dan sanadnya hasan)
Arahan-arahan dalam doa :
- Kebutuhan kita kepada doa
- Waktu-waktu dan tempat-tempat terkabulnya doa
- Syarat-syarat doa antara lain, makan makanan yang halal, minta dengan sungguh-sungguh, menampakkan kelemahan dan kepasrahan kepada Allah, menghadirkan hati, bertaubat dari dosa, cinta dan takut kepadaNya
- Bermanfaatlah untuk diri anda dan orang lain
p/s:
- kte takkan lost if kte tau cara menjaga diri dan men-tarbiyyah diri kita..skrg,kte dh tau cara,apa lagi?amalkan lah kan?
- ingat..jaga diri itu penting!!
-selamat beramal!!!!!
Add comment October 14, 2009
foto2 lokasi akibat gempa..
ni la antara beberapa gmbr kesan2 akibat gempa..




p/s :
1) maafla tak dpt nk masukkan bnyk gmbr kat sni sbb lmbt nk upload..tapi,ckup kut skdr sekilas yg berlaku di sn..lagipun dlm oaper da bnyk gak tunjuk kan?
2)ni dapat msg dr seorg sis ni….unik..wat diri ni terpegun dan terkesima…subhanallah..
“subhanallahh..waktu2 gempa di indonesia : di Tasik 15:04 , di Padang(gempa pertama) 17:16 , diPadang(gempa kedua) 17:58 , gempa di Jambi(ke esokkannya dr padang) 08:52…cuba lihat surah dan ayat Quran berdasarkan waktu2 ini..Ya Allah,MahaBesar Engkau…manusia memang menzalimi diri mereka sendiri..”
Add comment October 6, 2009
raya kali ini…
tahun ni raya dirasakan tak semeriah dlu..
ramai manusia tapi tidak tahu di mana..
rumah2 sepi..
open house pun tak ramai yg dtg..
kuih2 raya mostly dibeli je..
bulan puasa pun rasa cepat je berlalu..
ntahla..tapi,klo ramai2 pakat memurungkan diri,sunyi la..
so,yang penting kte la yg tau cara utk menikmati raya tuh..
anyway, selamat hari raya..
minnal ‘eid wal faizin..
kepada semua muslimin dan muslimat di seluruh dunia..
p/s: klo wat open houz, jemputlah saya ye..(^.^)/
1 comment September 25, 2009
key of success..

kunci..
suatu barang yg bisa dinilai sgt berharga..
tanpa kunci, kita tak blh membuka sesuatu yg dikunci..
dan selalunya perkara yg dikunci adalah hal yg berharga, yg tak blh didapatkan di pinggir jalan..btul kan?
so, utk mendapatkan dan merasai nikmat ‘berharga’ tu, kita perlu ada kunci..
di manakah kunci itu??
- kunci kemuliaan : taat kepada Allah dan rasulNya.
- kunci rezeki : berusaha diiringi istighfar dan ketaqwaan
- kunci syurga: tauhid
- kunci iman : merenungkan ayat2 Allah dan makhluk2Nya
- kunci kebaikan : kejujuran
- kunci kehidupan hati : merenungkan al-Quran, berdoa di mlm hari dan meninggalkan perbuatan dosa.
- kunci ilmu pengetahuan : bertanya dan menyemak dgn baik.
- kunci pertolongan dan keberhasilan : sabar
- kunci kebahagiaan : taqwa
- kunci bertambahnya nikmat : syukur
- kunci rindu akhirat : menjaga jarak diri dari kenikmatan duniawi
- kunci agar permintaan dikabulkan : berdoa
semua kunci dh kita ketahui skrg ni…
cuma tergantung pd diri kita je lagi utk mencari kunci2 ni..
adakah kunci2 ni dah ada pada diri atau belum, introspeksilah diri anda..
semoga kita bersama2 dapat menggapai kesuksesan serta kejayaan dunia dan akhirat..
ameen ya rabbal alameen..
Add comment July 8, 2009
syukur : alhamdulillah..

malam td..
tatkala berehat dan bersantai bersama keluarga..
mataku tertoleh ke tv..
paparan ttg pjlnn seorang pesakit..
ya..of course..
sbbkn bljr medic,
hati tergerak utk memakukn mata menonton..
seorang pesakit..
lelaki, sekitar 20-an..
menderita EB..
epidermolysis bullosa..
sejenis penyakit kulit..
kulit menjadi sentiasa mengelupas..
bcoz xde perlekatan antara epidermis dgn dermis..
akn menyebabkan kemerahan2 dan terlihat daging..
ni gambaran pesakit EB


untuk mengelakkn trauma mekanik..
tergeser..tergelupas lebih..terkopek..tersayat..
maka, dia perlu membalut dirinya dgn bandage..
seluruh tubuh, setiap kali lepas mandi..
bandage yg sgt pjg smp berpuluh meter..
yang mengagumkan bagiku..
adalah..
ketabahannya..kesabarannya..
dan keinginannya utk teruskan hidup..
dia tetap teruskn berusaha bergerak walau sakit..
usahanya utk hidup tanpa sll bergantung pd org lain..
dan yang paling menyentuh hati..
tatkala dia mengomentari persoalan wartawan..
“bagaimana dgn pndpt kamu ttg pdgn masyarakat?”
dia menjawab..
“saya tak perlukan masyarakat kasihankan saya, tapi saya mengharapkan apabila mereka melihat saya, mereka bersyukur dengan apa yang mereka miliki”..
subhanallah..
syukur..
alhamdulillah rabbil ‘alamin ‘ala kulli ni’mah…
ucapan “syukur” itu sering kita lupakan..
syukur dgn apa yg kita miliki..
tapi,
kenapa kita sentiasa merungut??
esp bila berdiri di dpn cermin..
napela gemuk..?
napela ade jerawat lak..?
napela pendek..?
napela hidung tak mancung..?
ble dapat result exam..
merungut lagi..
napela dpt B je?
napela si X lagi tinggi mrkh?
ya Allah..
maafkanlah kesilapan kami yang lalu..
atas kecuaian kami untuk sentiasa bersyukur..
kini..hambaMu ini sedar..
hambaMu ini sgt2 bersyukur atas segala yg Kau kurniakan..
terlalu banyak nikmatMu yang Kau beri..melimpah ruah..
yg paling berharga..nikmat islam dan iman..
alhamdulillah wa syukrulillah..
Add comment May 29, 2009
ma ma’na ihsan?

br2 ni dgr talk dr seorg bro yg revert masuk islam,alhamdulillah..
sgt2 terkesan…
dia menyedarkan diri ni..me’refresh’kan smula diri ni..
tentang hakikat diri sbg seorg muslim..
ble ditanya knapa pilih untuk masuk islam?
dia jawab ” i see da beauty of islam..with perfection”..
subhanallah!
paling dia suka tekankan adalah tentang ihsan..
ramai pernah dengar kan?
ramai juga yang tahu..
tapi, tak ramai hayati dan betul2 yakin+pupuk di hati..
ihsan..
not a person’s name..
tapi ini adalah bagian dari asas islam..
“Beribadahlah kamu seakan-akan kamu melihat Allah. Jika kamu tidak sampai kepada upaya itu, maka sekurang-kurangnya rasakanlah yang Allah itu melihat kamu”
inilah makna ihsan..
dari sifat ihsan ini..
timbullah keikhlasan dalam beribadah..
berbuahlah ketekunan dalam perbuatan..
Sesungguhnya..
Allah S.W.T sentiasa menyuruh kita supaya bersifat ihsan dalam kehidupan..
sehinggakan Allah berjanji untuk memberi balasan dengan ganjaran pahala yang setimpal dengan amalannya…
iaitu syurga Allah yang amat dinantikan…
oleh semua manusia di akhirat kelak.
Ini adalah bertepatan dengan firman Allah S.W.T dalam surah Yunus ayat : 26 yang bermaksud:
“Untuk orang-orang yang berusaha menjadikan amalan baik dikurniakan segala kebaikan serta satu tambahan yang mulia dan air muka mereka pula (berseri-seri) tidak diliputi oleh sebarang kesedihan dan kehinaan. Mereka itulah ahli syurga mereka kekal didalamnya selama-lamanya.”
Ihsan itu boleh dibahagikan kepada beberapa bahagian iaitu:-
Pertama : Ihsan dalam melakukan ibadah
Sifat itu sepatutnya dimiliki oleh setiap insan di dalam melakukan ibadah kepada Allah S.W.T untuk menjadi umat Islam yang cemerlang. Apabila kita melakukan setiap ibadah seolah-olah macam kita lihat Allah, tetapi sudah pasti kita tidak dapat melihat Allah bahkan yang pasti ialah Allah sentiasa melihat kita. Jadi sudah tentu kita akan melakukan ibadah tersebut dengan cara bersungguh-sungguh.
Ini bersesuaian dengan apa yang diterangkan oleh Rasulullah S.A.W kepada Jibril a.s dalam satu hadis yang panjang seperti mana yang telah diriwayatkan oleh muslim yang bermaksud:
“Ihsan itu ialah bahawa engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihatnya, tetapi jika engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya ia melihat engkau.”
Kedua : Ihsan dalam amalan
Ihsan dalam amalan ini bermaksud setiap amalan yang dilakukan oleh seseorang itu adalah bertepatan dan berlandaskan kepada apa yang disyariatkan oleh Allah serta apa yang dibawa oleh baginda Nabi S.A.W.Ini adalah bersesuaian dengan firman Allah S.W.T dalam Surah Al-Baqarah ayat:112 yang bermaksud:
“(Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar) bahkan sesiapa yang yang menyerahkan dirinya kepada Allah (mematuhi perintahnya) sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya, maka ia akan beroleh pahalanya disisi tuhannya, dan tidaklah ada kebimbingan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.”
Ketiga : Ihsan dalam perkataan
Ihsan dalam perkataan bermaksud apabila kita hendak mengeluarkan perkataan atau bercakap, maka hendaklah dibuat saringan terlebih dahulu di dalam pemikiran kita, samada setiap perkataan itu boleh mendatangkan manfaat atau sebaliknya.
Kerana semua manusia pada asasnya inginkan orang lain bercakap kepadanya dengan baik dan lemah lembut, maka tidak dapat tidak, ia perlulah melalui dari dalam dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memberikan yang terbaik kepada orang lain seperti mana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat : 83 yang bermaksud:
“… Dan katakanlah kepada sesama manusia perkataan yang baik…)
Keempat : Ihsan kepada manusia
Suruhan untuk melakukan ihsan sesama manusia merupakan suatu tuntutan daripada Allah S.W.T kerana ada kalanya ihsan itu adalah wajib, seperti bersifat ihsan kepada kedua ibubapa serta kaum kerabat seperti mana firman Allah dalam Surah An-Nisa ayat :36 yang bermaksud.
“Dan hendaklah kamu beribadah kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan dia dengan sesuatu apa jua, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibubapa dan kaum kerabat….)”
Allah S.W.T memerintahkan supaya manusia sentiasa melakukan ihsan kepada kedua ibubapa dan kaum kerabat samada dalam keadaan senang atau pun susah, sihat ataupun sakit, ihsan ini boleh dilakukan dengan melaksanakan kebaikan kepada mereka dan menghindarkan keburukan dan kemudaratan terhadap mereka.
Adapun ihsan sesama manusia ada kalanya tidak diwajibkan oleh Allah, tetapi sangat disukai olehnya seperti melakukan sedekah dan sebagainya.
Kelima : Ihsan kepada haiwan
Bersifat ihsan kepada haiwan juga merupakan satu tuntutan kepada kita, samada binatang itu halal dimakan atau sebaliknya. Ianya boleh disembelih atau pun tidak, ini bertepatan dengan hadis Rasulullah S.A.W. yang bermaksud:
“Dari Abu Yakli Sadad bin Usa dari Rasulullah S.A.W katanya : Sesungguhnya Allah telah mewajibkan ihsan atas tiap-tiap sesautu apabila kamu membunuh maka elokanlah pembunuhan dan apabila menyembelih maka elokanlah penyembelihan dan hendaklah salah seorang kamu menajamkan mata pisaunya dan hendaklah ia melapangkan binatang sembelihannya.”
Apabila kita meneliti hadis ini maka faham dan jelaslah kepada kita bahawa bidang ihsan ini adalah terlalu luas skopnya, sehinggakan Rasulullah S.A.W mengatakan bahawa “ Ihsan itu ada pada tiap-tiap sesuatu.”
Kesimpulannya di sini ialah jika seseorang itu sudah mengamalkan tuntutan Islam dan iman, maka belum tentu lagi ia menjadi seorang yang telah sempurna keimanannya kerana ia perlulah bersifat ihsan dalam setiap gerak langkah dan tindakan serta amalannya, kerana ihsan merupakan pergerakan atau pemangkin kepada tingkah laku manusia agar setiap amalan, perbuatan, percakapan dan niat adalah menepati kehendak syarak.
Ia melakukan sesuatu itu bukan atas dasar kepura-puraan, riak atau takbur, tetapi sebaliknya ikhlas hanya kerana Allah semata-mata kerana ia tahu bahawa Allah sentiasa memerhatikannya zahir dan batin di setiap masa dan setiap tempat, tidak kira senang atau pun susah.
Marilah sama-sama kita menyemai benih ihsan dan membajainya setiap masa supaya ianya sentiasa tumbuh subur dan menghasilkan buah yang boleh memberi manfaat kepada semua mahkluk Allah.
p/s : ada nasyid hadis 2 (hadis arbai’n) ttg islam, iman dan ihsan dari album xifu dan algebra..selamat mendengar!
Add comment May 27, 2009
death notices??
Dalam menjalani kehidupan seharian, kita sering lupa akan matlamat kehidupan kita yang sebenarnya. Lantaran itu Allah seringkali memberi peringatan (notis) supaya kita tidak lupa akan matlamat penghijrahan kita ke alam Baqa’. Notis demi notis dikenakan ke atas diri kita, tetapi kita tidak faham-faham atau tidak erti bahasa dan gembira malah semakin besar tawanya. Kalau TNB memberi notis pemotongan elektrik, kita menjadi kelam-kabut, tetapi bila Allah menghantar notis, kita buat acuh-tak-acuh saja.
Nabi Musa pernah memberitahu Malaikat supaya segera memberitaunya sebelum mencabut nyawanya. Tetapi tatkala akan diambil nyawanya, Nabi Musa bertanya kenapa Malaikat itu tidak memberitaunya lebih awal. Malaikat segera menjawab, Allah telah banyak kali menghantar peringatan demi peringatan.
Di antara peringatan (notis) yang dihantar oleh Allah ialah semasa pertukaran rambut hitam menjadi putih, gigi menjadi rongak, mata bertambah kabur, pendengaran bertambah kurang, badan segar menjadi layu, kuat menjadi lemah, muda menjadi tua, kulit semakin kendur dan sebagainya.
Ada 3 kategori manusia dalam menghadapi kematian:
Pertama : Bila teringat akan mati, terasa lapang hatinya. Hatinya menjadi suka. Kelompok manusia dalam kategori ini ialah mereka yang benar-benar berilmu dan telah penuh keimanannya terhadap Allah dan hari akhirat. Mereka telah mencapai makrifat terhadap Allah. Ini ialah maqam tertinggi yang dimiliki oleh para wali.
Kedua: Apabila teringat mati, hatinya menjadi takut, kecut dan gementar. Mereka ialah orang-orang kafir yang tidak sanggup berjumpa dengan Allah. Mereka seumpama binatang-binatang liar kepunyaan seseorang. Apabila tuannya hendak mengambilnya, dia cuba melarikan diri tetapi dapat ditangkap secara paksaan. Kematian mereka amat menghinakan.
Ketiga: Golongan ini merasa dukacita dan takut terhadap kematian. Tetapi apabila telah mengalami mati, dia berasa sukacita. Malahan jika diberi pilihan, mereka tidak akan mahu kembali ke dunia semula. Mereka telah dapat mengecapi dan menikmati alam yang lebih kekal dan lebih baik daripada alam fana yang penuh dengan kesusahan dan kesengsaraan. Golongan ini ibarat seorang bayi yang baru lahir dari perut ibunya. Semasa akan keluar, bayi akan menangis kerana menyangka hidup di dalam perut ibunya lebih baik dan nyaman daripada alam dunia. Tetapi apabila telah lahir di dunia ini, dia tidak akan mahu kembali ke dalam perut ibunya meskipun diberi pilihan. Manusia yang termasuk dalam golongan ini ialah orang-orang beriman yang belum mencapai taraf tinggi atau orang mukmin biasa.
Marilah kita berlumba-lumba mencari bekalan untuk akhirat. Janganlah kita asyik berlumba-lumba mencari bekalan dunia sehingga terlupa pertemuan kita dengan Allah. Kematian hanya penghijrahan atau perpindahan alam; berpindah dari negeri binasa ke negeri yang kekal abadi. Allah telah menghantar banyak notis kepada kita dan jadikanlah ia sebagai cemeti untuk menyedarkan diri tentang kematian yang sudah tentu akan menemui kita.
Wallahu ‘Alam.
Add comment May 11, 2009
kuat : menang?
besi itu kuat,
tetapi api dapat melelehkannya..
api itu kuat,
tetapi air mampu memadamkannya..
air itu kuat,
tetapi matahari bisa mengalahkannya..
matahari itu kuat,
tetapi awan bisa menghalanginya..
awan itu kuat,
tetapi angin mampu memindahkannya..
angin itu kuat,
tetapi manusia mampu menahannya..
manusia itu kuat,
tetapi ketakutan boleh melemahkannya..
ketakutan itu kuat,
tetapi tidur boleh mengatasinya..
tidur itu kuat,
tetapi mati ternyata lebih kuat..
yang terkuat adalah kebaikan,
ia takkan hilang setelah mati..
dan..
yang Maha Kuat itu hanyalah Dia..
Allah, pencipta segala2nya..
1 comment April 28, 2009
Eternity!!
Do some people really wish to live forever? On this earth?! We know that we will die. If we are alive, this only proves that we will experience death.
“Every soul will taste of death, then to Us you will return” Quran, 29:57
“Say: The death from which you flee will surely overtake you, then you will be returned to Him who knows the unseen and the seen, and He will inform you of (the truth) of what you used to do” Quran, 62:08
We might live until we’re very old, but yet we don’t know how well we’ll be living then. If you live too long, you’ll be getting weaker and weaker. There is a limit; no matter how healthy you are, you will decline.
“It is Allah who created you in a state of weakness, then He gave you strength after weakness, then, after strength, He gave you weakness and a hoary head” Quran, 30:54
“He whom We grant long life to, We cause him to reverse in nature. Will they not understand!” Quran, 36:68
Eternity on this earth is not the aim of any wise person. This life is not even enough interesting to remain in it forever! If you live forever, you might just go insane! Death brings balance to our lives. Without it, Life will be out of balance.
Luckily, we still have the accounts of many of the teachings of Prophet Muhammad, thousands and thousands of his sayings and teachings. Once he was educating his followers, when he said: “A person’s (good) actions stop after death, except for three things”.
See, he is talking about the only eternity that a person can have on this earth. We are told in the Quran that we will be rewarded for all our good deeds, which makes sense. Prophet Muhammad wanted to point out that there are three ways for a person to keep adding to his “reward account” (the bank account of our actions, be it positive or negative!), even after this person has been buried.
Here are the three things that Prophet Muhammad mentioned:
1. When you have a righteous child who keeps praying for you after you’ve passed away.
Well, you need some knowledge to accomplish that! You need to know how to educate your children, to protect them from their own weaknesses, to give them strength, both physical and spiritual. You can only do your best, then your effort will remain after you in a living good deed of yours. For every prayer that your child will do for you, God will give you more of his gifts in your next life!
2. A “running charity”.
This means a charity that keeps producing results. You can think of a non-profit that was established by the good will and efforts of some kind, smart and determined persons. They die, but the fruit of their work doesn’t. Say we have a scientist who invented something beneficial to mankind. In the Islamic tradition, we know that every single time that a human being benefits from this invention, the one who created it is rewarded. Every time one single person is cured thanks to the works of any who wanted to help and cure people, this person is rewarded for the good fruits of his works. While buried under the ground, every day new rewards keep adding up in his account. This is how well God rewards those who worked to benefit others!
3. Knowledge that keeps benefiting people.
This can be part of the “running charity” mentioned above. But knowledge has a very important place in the teachings of Islam, so it had to be mentioned by itself. Someone wrote a book a thousand years ago to transfer his knowledge and improve people’s life. Well, you know it. When you read that old book, and you benefit from it, God will be rewarding the writer for what his words have done for you!
Add comment March 26, 2009
satu tekad..
satu tekad : unic
Berikanku sebaris kata
Untuk ku susuri jalan gelita
Mentera keramat kata pujangga
Azimat yang bermakna
Di depan simpang bercabang tiga
Tak tahu mana satu arahnya
Kanan kiri manusia berdusta
Mungkir pada Yang esa
Mungkin ku bukan watak utama
Dalam pentas lakonan dunia
Bimbang juga ku turut sama
Pastinya aku yang binasa
Berikan aku pedoman
Arah mana jalan kehidupan
Untuk ku teruskan pergembaraan
Tak rebah dan tersalah langkah
Tunjukkan aku kawan
Simpang mana arah kejayaan
Timur utara juga selatan
Atau arah mentari terbenam
Bersama menyusuri jalan
Para rasul nabi junjungan
Menuju ke puncak gemilang terbilang
Iman di dada mengiring langkah
Add comment March 26, 2009